the great art of life is sensation…

September 7th, 2008 by sequencefromdee

the great art of life is sensation, to feel that we exist, even in pain. itu yang dibilang seorang Lelly ke saya. dan untuk mendapatkan sensasi, berarti saya juga harus setuju dengan yang dibilang seorang Doni ke saya, kalau segala sesuatunya itu pasti ada resikonya. do i dare to face the risk?

a spoil and selfish brat, yes that’s me. but damn, these people around me have made me what i’ve been today. no no no, i’m not blaming you guys, you’re all my sweet Jesus, you all should be my personal Jesus. you’ve made me to be someone who is very loveable and adorable. do i sound so arrogant? maybe yes, but i just don’t care. i’m good at making people love me. i know it and i’m proud of it. but there are risks i have to face too. hell, i know it. a spoil brat is just another guys’ favorite object. once those guys are bored, they’ll look for another object. do i care about it? i guess no. i have another interest too, that’s to feel the sensation of life, even in pain.

God give us thoughts, and i’m not going to make it useless and meaningless. this Civitas Terrena is fulled of evil, even Augustinus said God has create the good will of us, but He didn’t create us to be someone’s perfect, did He? blaming the evil inside of us, it somehow means blaming the imperfect God’s creation. and what can you hope for? it’s the balance of power which can control the evil inside of us.

damn i love him so much, the one who’s very good at showing me this balance of power.

idealis

July 23rd, 2008 by sequencefromdee

saya belajar term ini pertama kali tahun 2006, lebih tepatnya dalam mata kuliah pengantar hubungan internasional. term ini erat hubungannya dengan liberalisme. kesimpulan yang saya dapat waktu itu adalah baik idealis atau liberalis percaya bahwa manusia pada dasarnya baik dan bisa bekerja sama. lalu pemahaman tentang idealisme ini berkembang ke konsep utopis, yang jauh dari relita yang ada.

tapi saya tidak akan bicara banyak tentang hubungan internasional, karena saya bahkan tidak paham dengan banyak hal di dalamnya, walaupun sampai saat ini saya masih tercatat sebagai mahasiswa hubungan internasional universitas airlangga.

idealis dan utopis. ya. saya pernah menjadi bagian dari keduanya. saya pernah percaya bahwa ada seseorang yang akan mencintai saya dan menerima saya apa adanya. tapi saya tidak muluk-muluk berpikiran bahwa orang itu adalah jodoh saya. waktu itu saya percaya bahwa adalah ayah saya, yang mencintai saya apa adanya. tapi setelah ditelaah lagi, saya mendapat jawaban negatif dari renungan saya. "apa jadinya jika dia bukan ayah saya? akan kah dia mencintai saya sedemikian rupa?" kepala saya seperti dihantam kenyataan bahwa alasan di balik cinta tersebut adalah pertalian darah.

kembali ke tahun 2005. saat itu saya berteman dengan banyak hippies. saya pun terbawa oleh mereka. "i love you, and that’s enough. i don’t ask for anything". kalimat itu terasa familiar. tapi saat lepas dari komunitas itu, kembali saya dihantam realita. kalimat "kamu berubah" berdenging loop yang diputar terus-menerus.

di tahun 2008 ini saya kembali diingatkan akan konsep cinta yang utopis lewat sebuah cerita dalam buku "burung berkicau" karangan anthony de mello yang berjudul "jangan berubah" dan lagu dari lifehouse yang berjudul "everybody’s someone". namun sepertinya saya akan kembali dihantam realita.

… then i wake up from my sleep. realizing that nothing cost nothing. either your heart, your self, or your everything. it’s about sacrifice. but who the hell are we daring to sacrifice without knowing what we’ll get? even in casino capitalism you still need your brain to predict…

"there’s no unconditional love, life isn’t free, trust me"

yours, mines, and ours

July 21st, 2008 by sequencefromdee

ternyata membuktikan konsep "our" dalam suatu hubungan itu ga segampang yang saya kira. yah memang keluhan saya ini basi, tapi biarlah, toh ini blog saya dan saya berhak nyampah di dalamnya.

"klo kamu senang, aku pun ikut senang"
itu kalimat yang sering saya dengar. baru sekarang saya mikir betapa susahnya itu. orang mungkin gampang ngucapin kalimat itu karena mereka putus asa. just as a worst scenario they have to accept. contoh gampangnya adalah orang yang ditinggal pasangannya. daripada emosi jiwa terus, mereka sering bilang "ya sudah lah, klo kamu senang, aku pun ikut senang". lalu dimana konsep "ours" nya?? yang ada juga saya senang, dia sedih, and vice versa.

oh well, ga usah masalah tinggal meninggal deh. hal kecil seperti playlist pun bisa jadi masalah. playlist yang berisi lagu-lagu yang dia dengarkan sendiri, walaupun aku tahu beberapa isinya, tetap saja itu bukan playlist ku dan dia. aku benci.
liburan juga bisa jadi masalah, apalagi buat orang seperti saya yang susah untuk multi-tasking. daripada ada insiden hp atau dompet ketinggalan, mending saya konsentrasi sama satu kegiatan dulu, baru sibuk lagi sama hp. tapi ternyata itu bikin saya "lupa" sama orang yang nunggu saya. my bad :(

itu baru masalah kecil. gimana ntar kalau udah dihadapkan pada masalah-masalah yang lebih realistis? misalnya keluarga, uang, dan kawan-kawannya. "ini uangku, ini uangmu.. ini urusan keluargaku, kamu jangan ikut campur.. ini hasil kerja kerasku, jangan kamu utak-atik.. dan masih banyak lagi". mungkin ini tidak terlalu susah untuk orang-orang yang sudah biasa berbagi, tapi untuk saya? hmmm, that could be a problem.

ah.. selalu saja masalah berbagi. kenapa saya susah sekali berbagi dengan orang lain? kenapa saya masih menyimpan sifat egois yang terlalu besar, dan kadang tidak umum, sampai sekarang?

a very tricky mind game

June 28th, 2008 by sequencefromdee

Yang saya maksud dengan tricky mind game di sini adalaha RAMALAN. Saya memang suka diramal (menulis kata diramal ini ternyata cukup tricky. Saya sering salah ketik jadi dilamar). Apa pun itu hasilnya, saya tetap suka. Mulai dari tarot sampai palmistry.

Apa sih yang sebetulnya saya cari dari ramalan? Susah juga menjawab hal ini. Rasanya hanya ada dua alasan (nanti kalau ada alasan lain saya edit postingan ini).

Alasan pertama adalah saya mencari pembenaran atas keinginan saya. Ramalan kartu tarot di facebook berubah setiap hari tanpa saya mengajukan pertanyaan. Tentu ini akan berujung pada hasil yang mengambang. Kartu tarot saya hari ini dilambangkan dengan “the death”. Maknanya bukan berarti “death” dalam arti negatif, tapi bisa juga menjadi positif. Karena dari berakhirnya sesuatu, akan lahir hal yang baru. Saya pun mencoba berpikir hal apa yang mungkin berakhir (dan diakhiri) dalam waktu dekat ini.

Love life? Oh, please no. I love him too much to end it up. Kuliah? Itu juga tidak mungkin karena sudah jadi kewajiban (dan janji) saya untuk menyelesaikan kuliah saya. Hubungan dengan keluarga? Yang ini saya tidak tahu. Pekerjaan? Rasanya ini lah yang paling masuk akal. Penyakit “ingin mencoba semua peluang yang ada” memang sudah lama berjangkit dalam diri saya. Dan sekarang semakin kronis. Akibatnya jelas, merasa bosan di tengah jalan. Solusinya pun mudah. Keluar dari pekerjaan itu, dan cari pekerjaan yang lain. Well, karena saya masih dalam tahap mencari uang untuk “senang-senang”, menemukan pekerjaan baru bukan permasalahan utamanya, tapi bagaimana saya keluar dari apa yang sudah saya jalani sekarang, itu lah yang harus dipikirkan. Jadilah saya mengambil kesimpulan makna dari kartu “the death” adalah perubahan dalam pekerjaan, bukan yang lain.

Alasan kedua saya suka diramal adalah mencari alasan untuk bertahan dalam suatu keadaan (maaf untuk penggunaan kata “alasan” sebanyak dua kali). Pertanyaan klasik yang selalu saya ajukan adalah “bagaimana hubungan percintaan saya, bagaimana pekerjaan saya nantinya, dan bagaimana kuliah saya”. Padahal harusnya saya sudah bisa menerka jawaban untuk pertanyaan itu adalah bagaimana saya menyikapi semuanya, terutama masalah kuliah.

Terkahir kali saya diramal dengan kartu tarot (ramalan sesungguhnya, bukan dari facebook), jawaban yang muncul untuk ketiga pertanyaan di atas adalah sebagai berikut:

•Untuk jangka waktu 3 tahun saya dan pacar saya sekarang ini mungkin masih mengalami masa-masa susah. Tapi 5 tahun ke depan, kita sudah bisa berbahagia.

• Saya harusnya struggle pada pekerjaan yang saya sangat ingin jalani, walaupun dapat tekanan dari ayah.

• Kuliah saya bisa selesai, tapi tergantung bagaimana saya menghadapi godaan untuk bekerja dan menghasilkan uang.
Hasil tersebut membuat saya sedikit lega. Karena paling tidak semua masih dalam track yang saya inginkan. Tapi lalu ini menimbulkan pertanyaan baru:

tidakkah hasil ramalan memang menunjukkan apa yang ingin kita lihat?

it ain’t a love entry

June 16th, 2008 by sequencefromdee

I’ll give you my love an eternal love

from me to you if you return

A token of love an eternal love

from you to me i’ll give my love

barusan saya dengar lagu itu di stasiun radio kesayangan saya. sebetulnya tidak ada kenangan romantis dengan lagu itu, karena kalau diruntut ke belakang, waktu lagu itu booming, saya masih SD, jadi yah bisa dibilang belum tahu apa-apa tentang percintaan.
di saat teman-teman saya masih mendengarkan trio kwek kwek atau agnes monica (dengan acarnya tralala trilili) saya sudah terpengaruh untuk jadi bagian dari generasi mtv. saya tahu PJ and Duncan ini kalau tidak salah waktu saya duduk di kelas 4 SD. malah sebelumnya (waktu kelas tiga SD) saya sudah ter-brain wash dengan lagu-lagunya Take That yang album Nobody Else-nya booming banget.
lagu Eternal Love-nya PJ and Duncan cuma salah satu dari sekian banyak lagu favorit saya. dan saya juga bela-belain beli kasetnya! bahkan album ketika mereka sudah berubah menjadi Ant and Dec saya juga punya. kegemaran saya akan lagu-lagu ini lah yang menjadi motivasi belajar bahasa Inggris waktu itu. "aku pengen tahu artinya lagu-lagu itu!" pikir saya.

kalau dipikir-pikir, saya ini matang sebelum waktunya. bukan cuma masalah musik, juga masalah pertumbuhan. hehehehe… waktu teman-teman saya tingginya masih berkisar antara 140cm, saya sudah 150cm. waktu mereka belum pakai mini-set, saya sudah pakai (ini bukan suatu kebanggaan), bahkan waktu mereka masih bisa tenang-tenang main pakai rok putih, saya sudah merasakan paniknya tembus! hehehehe…

tapi, ternyata "masa kejayaan" saya mulai berakhir pas masuk SMP. ternyata banyak cewek yang lebih besar dan lebih tinggi daripada saya. wakakkakak.. karena waktu itu saya juga berhenti ballet, tiba-tiba pertumbuhan saya jadi lambat (i really hate this). bukan cuma masalah tinggi, ini juga masalah ukuran kaki (ukuran kaki saya stuck di 37!)
dan ternyata ke-stuck-an ini juga berpengaruh ke selera musik saya. bukannya maju, tapi malah mundur. yeah, mundur ke musik tahun 80an. sebetulnya papa tidak pernah terlalu mendoktrin saya dengan musik tahun 80an, tapi saya sendiri yang menyediakan diri untuk menonton acara LANOSTA di sebuah stasiun telveisi swasta. dan waktu itu saya bela-belain mencatat judul lagu-lagu favorit saya! (sayang saya sudah lupa di mana catatan ini saya simpan)

ternyata kebiasaan mendengarkan lagu dari tahun 80 dan 90an ini masih saya bawa sampai sekarang. don’t ask me about my chemical romance atau yellow card dan kawan-kawannya itu. ask me about kylie minouge, human league, and i’ll tell you a lot about their songs which are my favourite. these are the music that lead me to my precious one *wink wink*

sebetulnya tidak jelas juga alasan saya nulis entry ini. hm, it’s just another crap from me, i guess..

aku bukan atheis

June 6th, 2008 by sequencefromdee

aku bukan atheis. aku percaya Tuhan. AKU BERDOA. jangan hakimi caraku berdoa. itu BUKAN HAK kalian.
malam ini aku betul-betul ingin berdoa. bukan dengan cara yang selama ini diajarkan padaku. bukan juga dengan cara yang selama ini diajarkan padaku. bukan juga dengan cara yang biasa aku lakukan.

rasanya malam ini aku ingin betul-betul bersyukur atas hidupku, tapi aku pun bingung bagaimana caranya, karena aku pun sedang menyimpan marah.
aku bingung apa aku marah atau sedang bersyukur. di satu sisi aku tahun aku harus BERSYUKUR karena TAHU KEKURANGANKU. tapi di sisi lain aku MARAH karena aku TIDAK TAHU KELBIHANKU.

kata orang Tuhan itu ada di mana pun kita berada. aku selalu bertanya, di mana tepatnya? DI HATI? ah, itu terlalu KLISE. tapi sekali lagi, aku BUKAN ATHEIS. aku PERCAYA TUHAN, itu yang harus kalian para penanya camkan.
tapi lalu aku bertanya lagi. dari mana datangnya rasa percaya? doktrin kah? atau pengalaman empirik kah?

sakit hati vs sakit kaki vs sakit gigi

May 31st, 2008 by sequencefromdee

susah juga kalau disuruh pilih salah satu di antara tiga
penyakit itu. Tapi yang jelas saya memilih untuk mengeliminasi sakit hati dari
daftar, dan mendingan sakit gigi karena masih ada ponstan yang setia menemani
saya. Tapi kalau dibandingin sama sakit kaki (sakit kaki di sini yang saya
maksud itu sakit kaki yang diakibatkan karena sepatu) jelas saya milih sakit
kaki walaupun bakal meninggalkan bekas. Yep. Sepatu. One of girl’s guilty
pleasure.

 
Kenapa saya bilang ini guilty pleasure? Banyak alasan untuk
itu dan akan saya jabarkan di sini.

  1. sepatu baru berarti luka baru. Mulai ujung jari, punggung kaki, sampai tumit. Kadang sepatu yang dalamnya udah dikasih lilin pun masih bikin sakit. Tapi
      kenapa we girls keep on buying them even we know they’re not that
    comfortable dan MEMILIH UNTUK MENYAKITI DIRI SENDIRI??
  2. model
    sama, beda warna. “iya nih, aku kan belum punya warna ini untuk bajuku yang ini.” Atau alasan “model ini udah enak banget, aku ngerasa nyaman banget.” Dua alasan ini yang bikin para cewek bisa beli 1 model sepatu dengan 3 warna yang berbeda. (I’m one of them. I have 3 moccasins, and I still want more).
  3. warna sama, beda model. “sekarang kan lagi ngetren sandal gladiator, dst…” kebanyakan cewek ga peduli udah punya beberapa sepatu hitam, tapi kalau beda model pasti dibeli juga daripada
    dibilang ga fashionable.
  4. mumpung ada duit. Yah kalau alasan ini sih ga bisa diapa-apain, situ juga yang
    punya duit. Hehehe… tapi kenapa juga para cewek ga berpikir mengalokasikan
    duitnya ke hal-hal lain? Such as investment, may be?
  5. mumpung diskon. Hell yeah. Ini dia alasan maut yang bikin para cewek jadi liar. Minimal tengkar sama pacar, maksimal tengkar sama cewek lain. Hehehe.. Padahal (ini menurut seorang Doni Kristian Dachi dalam sms nya ke saya) we girls just don’t know kalau diskon itu just another cheap trick from marketing to grab more costumer dan membentuk polah hidup konsumtif.
  6. mumpung ada credit card papa atau mama. Ini alasan paling gila (menurut saya) yang pernah dilakukan salah satu sahabat saya. Karena laper mata dan ada kartu setan di dompetnya, dia nekat beli sepasang sepatu dan untuk membayarnya dia akhirnya cuma punya sekitar 30ribu untuk sisa bulan itu.
  7. untuk “investasi”. Ini dia alasan yang melegalkan pembelian sepatu dengan harga amat sangat tidak masuk akal. OK lah, kalau pembelinya itu kaya Izabel Jahja yang punya pendapatan amat sangat berlebih dan emang sepatunya
         worthed to buy. Tapi kalau pendapatan biasa aja, just forget it. Masih
        banyak kebutuhan yang lain girls..

 
“every new blister is a new ‘happiness’. Does it make us,
girls, a masochist?”

 

 

salahkan beauty ads

May 23rd, 2008 by sequencefromdee

bukan berarti aku anti kulit putih. NO. buktinya pacar saya sekarang putih. PUTIH BANGET. bukan juga saya anti sama produk pemutih. JUJUR saya juga pernah pakai, yang iklannya kaya sinetron itu lho. yang intinya kalau kamu pake produk itu, kamu bakal nemuin cinta sejatimu. eits, tapi dulu saya pakai itu karena saya ga ada referensi krim muka lain dan SAYA GA GILA UNTUK BELI KRIM MUKA YANG HARGANYA LEBIH DARI 4 LITER HARGA BENSIN YANG BARU.

okay, DULU memang saya gila, langganan krim muka yang harga 1 botolnya sekitar 27x HARGA BENSIN BARU. tapi itu sebelum saya ngerti artinya cari duit sendiri, zaman saya NODONG PAPA untuk semua keinginan saya. tapi setelah ngalamin susahnya NGATUR duit (ini salah satu yang saya pelajarin pas di Jerman) dan tau kalau MASIH BANYAK YANG LEBIH PENTING daripada sekedar krim muka, I QUIT FROM USING THAT PRODUCT.

well, di Jerman emang banyak pilihan krim muka yang harganya ga terlalu mahal dan bagus. balik ke sini, saya CLUELESS. akhirnya saya beli itu produk nista yang saya deskripsikan di atas. saya pakai itu selama kira-kira 4 bulan. lama-lama kok GATEL-GATEL yah? wah, saya pikir itu indikasi saya udah harus ganti produk nih. untung waktu itu saya dapet referensi dari temen tentang krim muka. harganya MURAH. yang ukuran 60ml harganya 1,5x HARGA BENSIN BARU. dan sampai sekarang saya baik-baik saya.

saya emang ENGGA JADI PUTIH. tapi muka saya jadi BERSIH. itu aja. AND IT’S EXACTLY WHAT I WANT.

kadang saya heran sama temen-temen cewek saya yang mati-matian untuk jadi putih. beberapa dari mereka bahkan sebenarnya sudah putih. dan yang jadi FOKUS adalah WAJAH. dih, dikiranya MUKA PUTIH TAPI BADAN ITEM ITU KEREN???? apa mereka ga mikir kalau sekali ikut perawatan di salon-salon, berarti mereka HARUS SPARE MONEY untuk itu seumur hidupnya. semacam investasi lah. tapi investasi yang ENGGA JELAS KAPAN BALIK MODALNYA.

menurut saya ini KESALAHAN MEDIA. mereka berkoar-koar kalau CANTIK ITU PUTIH. baru-baru ini aja ada statement THE REAL BEAUTY IS INNER BEAUTY. yah mungkin engga baru-baru banget sih, tapi jauhhhh…… setelah demam kulit putih melanda. emang media engga nunjukin itu secara langsung, toh mereka yang menulis itu juga pasti ada alasan UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN HIDUP.

tapi KITA JUGA BODOH. mau-maunya dimakanin omong kosong kaya gitu??? guys, lihat ALEK WEK, NAOMI CAMPBELL, TYRA BANKS, and of course my role model FAHRANI, dan seorang model yang juga temen saya, RANI NOUVELLE. mereka SUKSES DENGAN KULIT GELAPNYA. okay lah, kalau 3 nama pertama emang udah ga bisa diapa-apain kecuali mereka mau jadi MICHAEL JACKSON, tapi 2 nama terakhir itu (masih) ada kemungkinan untuk jalanin terapi pemutihan kulit. BUT THEY’VE CHOSEN TO STAY DARK, THEY EVEN DO TANNING TOO.. bahkan RANI NOUVELLE pernah bilang sama saya, "AKU ENGGA MAU JADI PUTIH. AKU ANGGAP KULIT GELAPKU SEBAGAI CIRIKU. DAN INI YANG AKU JADIIN ASET."

overall, mau putih, coklat, atau item intinya BEAUTY IS A HEAVY WORD. IT’S NOT ONLY ABOUT LOOKING GOOD ON CAMERA OR PERFECTLY FIT ON A STUNNING DRESS, MOST OF ALL YOU HAVE A SELF CONFIDENCE AND RECOGNIZE YOUR ABILITIES.. (quote written by dkwmd to me at 11.43pm today)

cari aku dalam diriku

May 19th, 2008 by sequencefromdee

yeah, saya emang bingung mau apa, harus gimana
saya punya banyak keinginan, selayaknya anak-anak umur awal 20an yang lain
tapi yang jelas saya pengen terkenal

yeah, terkenal
terkenal sebagai orang yang punya spesialisasi
bukan seseorang yang terkenal doing anything she can do

fuck off sama semua orang yang menghalangi saya
i’ll defeat you all!

maybe i should be the one who shot John F. Kennedy

..It was just a man with something to prove
Slightly bored and severely confused
He steadied his rifle with his target in the center
And became famous on that day in November..

taxi gila!!!

September 5th, 2007 by sequencefromdee

benernya nih crita lumayan basi. tapi atas saran seseorang, aku tulis juga di blog.

critanya gini….
awal agustus kemaren aku ke jakarta sendiri, itung2 liburan skalian ngabisin fee. hehehe… nah, biasanya klo aku ke jkt selalu dijemput sopir tante di bandara ato stasiun. tapi berhubung pas aku dtg sopirnya lagi repot, jadi deh aku naik bus ke blok M trus naik taxi ke mampang.

nah.. dari bandara ke blok M masih lancar2 aja. trus nemu taxi bluebird yg sopirnya ramah bgt (mungkin aku juga yg terlalu ramah kali ya??). jadi deh aku ngobrol ngalor ngidul ma tuh sopir taxi. sampe akhirnya kita nglewatin gedung ASEAN……

tuh sopir tiba2 bilang "ya ampun neng, harusnya saya kan belok kanan di lampu merah pertama. duh, mana ga ada puter balik lagi…"

doooeennngg…..

aku yg cuma hafal directory di mall jadi bingung juga…. aku cuma bolak balik nanya "trus gimana pak? kudu lewat mana?"
eh tuh sopir  tiba2 bilang "gini aja neng, daripada neng bayar taxi 2x lipat dari seharusnya, mending neng jalan ke sebrang jalan sana, trus nyari taxi lagi"

BUSETTTT…….

aku pikir tuh sopir becanda. tolong yah, masa aku disuruh nyebrang jalan yg ada 6 ato 8 jalur termasuk 2 jalur busway plus bawa koper 10kg?????

si sopir semept bilang "tar kopernya saya bantuin bawa deh neng.."

ok then….

jadi deh kita berhenti dipinggir jalan di daerah kebayoran baru. n si sopir ngluarin koperku dari bagasi. terusssss…… apa yg terjadi????

ternyata dia cuma bantuin nurunin koper dari bagasi. sisanya??? ya aku jalan sendiri!!!

adoh doh… untung Tuhan masih sayang aku sampe akhirnya aku bisa nyebrang jalan yg gede bgt itu plus bawa koper plus 2 tentengan lagi….

setelah nunggu kira2 10menit akhirnya ada juga taxi bluebird yg lewat… alhamdulillah… haleluyah!!!